Seorang mahasiswi Indonesia di India mengatakan sempat terkena heatstroke atau sengatan panas di tengah gelombang panas yang melanda setengah dari negara itu. Pemerintah India mengatakan gelombang panas dengan suhu mencapai lebih dari 45 drajat Celsius, mempengaruhi jutaan orang. Anggy Eka Pratiwi, mahasiswi doktoral di Jodphur,
yanglayak bagi pekerja yang terkena tekanan panas; 2. Daya tahan tubuh seseorang terhadap panas akan menurun pada umur yang lebih tua. Orang yang lebih tua akan lebih lambat keluar keringatnya kecepatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat pekerjaannya.
Virusyang menyebabkan herpes zoster adalah Varisela-Zoster. Biasanya setiap orang yang pernah terkena cacar air akan cenderung lebih mudah terkena virus ini. Soalnya ketika sudah sembuh pun, virus ini masih tertinggal di tubuh pengidap dan akan bereaksi ketika sistem kekebalan tubuh melemah dan mengalami stres berlebihan.
BacaJuga : Trik Memilih Peredam Panas Atap yang Tepat. Sebelum membangun rumah, pastikan bahwa atap memiliki tinggi di atas 3 meter dengan ukuran ventilasi yang sedang agar udara dan cahaya dapat masuk. Biasanya, semakin pendek jarak atap dengan lantai, maka semakin panas udara yang dirasakan. Hal yang sangat penting adalah ternyata atap masih
Udarayang terasa panas di kamar tidur juga dapat disebabkan oleh minimnya kandungan uap air di dalamnya. Tingkat kelembaban udara rendah sekali. Maka tak heran kalau Anda merasa gerah ketika berada di dalam kamar tidur. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa memasang air cooler yang akan meningkatkan kelembaban udara di kamar.
hQ5vS. Akibatnya, banyak orang yang mengalami gangguan pada pernapasannya bila berada di cuaca yang sedang tak menentu. 3. Pilek atau flu Di hidung terdapat bulu-bulu halus dan cairan yang berfungsi sebagai penyaring udara. Jadi, bila terkena serangan virus atau bakteri, hidung Anda akan langsung bereaksi. Selain hidung terasa panas, saat pilek Anda juga akan merasakan gejala seperti hidung berair, tersumbat, dan bersin-bersin. 4. Sinusitis Sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus. Rongga sinus terdapat pada area pipi di dekat mata dan pada dahi. Ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di rongga tersebut. Beberapa gejala sinusitis yaitu hidung tersumbat, terasa perih, beringus, tenggorokan sakit, dan sakit kepala. 5. Rinitis alergi Beberapa orang mengidap rinitis alergi terhadap partikel-partikel halus seperti serbuk sari pada bunga, debu, lada, bulu hewan, dan lain sebagainya. Nah, bila terkena zat yang membuat alergi tersebut, Anda mungkin akan mengalami masalah pada hidung seperti terasa panas, meler, dan sebagainya. 6. Menghirup asap rokok Hidung terasa panas juga bisa terjadi karena menghirup asap yang mengandung racun, seperti asap rokok. Melansir National Health Service, bahan kimia yang terbawa oleh asap tersebut dapat mengiritasi pernapasan sehingga menyebabkan rasa seperti terbakar di hidung. 7. Menghirup bahan kimia berbahaya Selain asap rokok, menghirup bahan kimia yang berbau menyengat atau mengandung racun juga dapat menyebabkan hidung terasa panas. Bahan kimia tersebut di antaranya seperti gas amonia, pestisida, dan lainnya. Pada kondisi tertentu, menghirup gas yang bersifat racun dapat menyebabkan hilang kesadaran bahkan kematian. 8. Polusi udara Bukan hanya di pabrik atau laboratorium, Anda bisa saja menghirup gas yang berbahaya dari polusi udara di jalan atau di rumah sendiri. Ambil contohnya, asap kendaraan bermotor terutama dari kendaraan yang sudah tua. Selain itu, beberapa produk rumah tangga seperti parfum dan pemutih pakaian dapat menimbulkan aroma menyengat sehingga membuat hidung terasa panas. 9. Ketidakseimbangan hormon Perubahan hormon misalnya pada saat pubertas, hamil, atau penggunaan alat kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan rhinitis non alergi. Salah satu gejalanya adalah hidung terasa panas, perih, atau merasakan sensasi terbakar. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ini bukanlah gejala yang berbahaya. 10. Penggunaan obat-obatan secara berlebihan Untuk mengobati influenza atau penyakit yang menyerang pernapasan lainnya Anda tentunya membutuhkan obat-obatan. Obat-obatan dekongestan dan antihistamin memang dapat membantu. Namun, bila dikonsumsi berlebihan, hal ini justru dapat menyebabkan hidung terasa panas. Untuk mengantisipasi kondisi ini, patuhilah selalu dosis dan aturan pakai obat-obatan saat Anda mengonsumsinya. Bisakah hidung terasa panas diobati? Pada umumnya, faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini tidaklah berbahaya. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan pengobatan sederhana di rumah. Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk membantu melegakan pernapasan. Namun, bila hidung terasa panas disebabkan oleh menghirup gas-gas beracun seperti asap rokok, sebaiknya Anda menghindarinya. Menghirup asap rokok dapat menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh. Bila dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada pernapasan hingga kanker. Terlebih pada ibu hamil, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah pada janin dan memperbesar risiko kematian janin. Oleh sebab itu, pastikan Anda berhenti merokok dan hindari berada di dalam ruangan yang sama dengan orang yang sedang merokok. Selain itu, bila Anda bekerja di tempat yang terdapat gas-gas beracun seperti di pabrik atau laboratorium, selalu gunakan masker agar Anda tidak menghirup gas tersebut. Saat Anda berada di luar rumah, tutup hidung menggunakan masker agar Anda tidak menghirup asap kendaraan. Pastikan pula Anda menutup hidung saat menggunakan produk-produk rumah tangga yang beraroma menyengat. Kapan harus ke dokter bila hidung terasa panas? Anda biasanya dapat mengatasi sendiri gejala ini dengan pengobatan rumahan dan beristirahat yang cukup. Namun, bila gejala tersebut tidak kunjung hilang setelah 1 minggu atau lebih, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memperoleh saran pengobatan yang lebih baik. Selain itu, segeralah berobat ke dokter bila gejala hidung terasa panas juga disertai dengan gejala seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, sesak napas, tenggorokan seperti tercekik, gatal-gatal, pusing, hilang kesadaran, detak jantung cepat, atau hidung mengeluarkan darah. Dalam kasus menghirup gas beracun, efeknya dapat mengancam keselamatan nyawa. Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis darurat untuk mengantisipasinya.
Jakarta - Gelombang panas adalah periode cuaca panas yang tidak biasa dan umumnya berlangsung selama dua hari atau lebih. Demikian dikatakan dalam laman Energy Education University of bisa dikatakan sebagai gelombang panas, temperatur harus berada di atas rata-rata area setempat. Fenomena ini juga bisa menjadi cukup berbahaya, khususnya ketika masyarakat tengah tidak siap panas disebabkan oleh udara yang terperangkap. Normalnya, udara mengelilingi dunia dalam angin kencang yang besar. Namun, apabila terperangkap dalam suatu wilayah, ia akan menghangat tidak seperti biasanya dikarenakan sinar kerap terperangkap karena sistem tekanan tinggi. Sistem ini memaksa udara menuju ke bawah. Lalu, dengan udara yang terperangkap itu, ia tidak bisa naik ke atmosfer atas yang lebih dingin dan mencegah terjadinya Gelombang PanasMengutip dari WHO, gelombang panas dapat membahayakan kesehatan, membebani layanan kesehatan serta transportasi, dan berisiko terhadap ketersediaan air, energi, yang bisa mengakibatkan keterbatasan daya atau bahkan pemadaman listrik. Ketahanan pangan serta mata pencaharian pun bisa terganggu apabila hasil panen dan ternak terancam karena panas yang gelombang panas terhadap kesehatan bergantung pada intensitas dan durasi temperatur, aklimatisasi, adaptasi populasi, dan infrastruktur, serta kesiapsiagaan. Eksposur akan hal ini bisa menyebabkan berbagai gejala serius seperti heat exhaustion dan heat heat stroke tersebut mampu bisa membuat seseorang jatuh pingsan serta kulitnya menghangat dan kering karena tubuh tidak bisa mengontrol temperatur yang tinggi. Beberapa gejala lainnya adalah bengkak pada anggota gerak bawah, ruam panas di leher, kram, sakit kepala, lekas marah, lemah, dan itu, panas bisa membuat seseorang menderita dehidrasi parah, kecelakaan serebrovaskular akut, atau pembekuan darah. Orang-orang yang memiliki penyakit kronis dan mengonsumsi obat secara rutin lebih berisiko mengalami komplikasi selama gelombang panas, seperti halnya orang tua dan diketahui, reaksi terhadap gelombang panas juga ditentukan oleh kemampuan masing-masing orang dalam beradaptasi dan dampak serius bisa saja muncul tiba-tiba. Inilah kenapa penting untuk bersikap waspada dan memperhatikan imbauan pemerintah setempat. Simak Video "Ngeri! Thailand Catat Gelombang Panas Capai 54 Derajat Celsius" [GambasVideo 20detik] nah/pal
Nabila Annuria Info Terkini Wednesday, 26 Apr 2023, 1058 WIB Ilustrasi menghadapi cuaca panas - Republika Meskipun cuaca panas yang terjadi di banyak daerah Indonesia saat ini bukan karena gelombang panas Asia namun fenomena itu perlu antisipasi dan informasi yang benar terkait dengan solusi ancaman cuaca panas atau temperatur ekstrim dari berbagai aspek. Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika BMKG jangan hanya meminta masyarakat tidak panik namun perlu penjelasan efek apa saja yang terdampak cuaca panas, baik yang menyangkut kesehatan maupun terhadap lingkungan sehingga publik bisa mengambil tindakan yang tepat. Misalnya dampak terhadap perubahan lingkungan, sifat air, bangunan, peralatan, hingga kendaraan. BMKG menyebut semenjak pekan lalu hingga hari ini, hampir sebagian besar negara-negara di Asia Selatan masih terdampak gelombang panas atau "heatwave". Badan Meteorologi di negara-negara Asia seperti Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand dan Laos telah melaporkan kejadian suhu panas lebih dari 40°C yang telah berlangsung beberapa hari belakangan dengan rekor-rekor baru suhu maksimum di wilayahnya. Kumarkhali, kota di distrik Kushtia, Bangladesh menjadi daerah terpanas dengan suhu maksimum harian yang tercatat sebesar 51,2 C pada 17 April 2023. Sedangkan 10 kota terpanas di Asia lainnya terjadi sebagian besarnya berada di Myanmar dan India. Di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2॰C di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu, meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34॰C - 36॰C hingga saat ini. Suhu panas bulan April di wilayah Asia secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari, namun lonjakan panas di wilayah sub-kontinen Asia Selatan, kawasan Indocina dan Asia Timur pada tahun 2023 ini termasuk yang paling signifikan lonjakannya. Bencana gelombang panas yang melanda berbagai negara terjadi setiap tahun dengan skala yang terus meningkat. Korban paling banyak dari kalangan pekerja lapangan dan lansia atau tunawisma yang tidak dapat beradaptasi atau mengungsi. Meskipun tingkatnya tidak separah di India, kondisi di tanah air juga perlu antisipasi. Terutama di kota besar yang terkena polusi udara. Temperatur ekstrim berdampak negatif terhadap kehidupan kota, antara lain rawan bahaya kebakaran dan timbulnya penyakit. Beberapa kota sangat riskan terhadap temperatur ekstrim dan berbagai modus polusi udara yang antara lain disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, gas buang industri hingga gas dan partikel hasil pembakaran sampah. Segenap warga sebaiknya menyadari bahwa dari langit kita bisa melihat isyarat atau tanda-tanda alam. Tak bisa dipungkiri lagi, alam selalu memberi sinyal kepada manusia jika akan terjadi hal-hal yang luar biasa. Langit adalah cermin yang tidak pernah dusta. Disana banyak tanda-tanda yang seharusnya membuat segenap warga kota introspeksi. Salah satu tanda yang bisa disimak dan diukur adalah betapa mengerikan bahaya polusi udara yang kian mencekam seisi kota. Meskipun sudah ada peraturan daerah Perda tentang Pengendalian Pencemaran Udara PPU namun hal itu kurang memberikan arti dan belum diimplementasikan dengan baik. Pada saat ini penampakan difusi cahaya di langit akibat pekatnya kabut polusi semakin sering kita saksikan. Hal itu mestinya menjadi peringatan serius. Kesadaran masyarakat mesti ditumbuhkan. Bencana polusi udara karena ulah manusia tidak kalah gawatnya dengan bencana banjir, tanah longsor ataupun gempa bumi. Kita tidak bisa mengingkari bahwa sampah kota yang beratnya mencapai ribuan ton tersebut sudah pindah ke udara akibat proses pembakaran yang ngawur. Cara penanganan sampah kota dengan sistem open dumping yang digunakan di TPA ternyata juga masih diwarnai dengan tindakan dengan cara pembakaran. Padahal, menurut disiplin ilmu pengetahuan lingkungan, pembakaran sampah tersebut sangat diharamkan. Karena pembakaran itu menghasilkan oksidan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Lebih-lebih kalau sampah yang dibakar tergolong sampah non-organik, seperti plastik, kaca, ataupun logam. Jika itu dilakukan sama saja dengan memindahkan sampah di permukaan tanah ke udara dalam bentuk oksidan dengan volume yang sangat besar. Sekarang ini sumber polusi udara di kota sulit dikendalikan lagi. Diperlukan pemimpin kota yang bisa menegakkan Perda PPU secara tegas dan mampu menindak tanpa pandang bulu bagi para pelanggar perda. Pentingnya komitmen yang kuat dari pemimpin daerah yang menyangkut hak rakyat untuk menghirup udara bersih. Rakyat juga harus selalu menuntut kepedulian pejabat kota terhadap penanggulangan pencemaran udara. Kepedulian itu terutama bagi sekolah-sekolah atau kawasan pendidikan yang kondisinya telah mengalami polusi udara dan kebisingan. Mengatasi polusi udara tidak bisa setengah hati. Harus bersifat totalitas, karena ada keterkaitan antara berbagai faktor. Seperti jumlah kendaraan bermotor, senyawa BBM, zona industri, serta sistem bangunan udara berakibat gangguan kesehatan yang fatal bagi warga kota. Zat pencemar udara yang timbul dapat digolongkan menjadi zat kimia, fisik dan biologik. Zat pencemar kimia terbanyak berupa karbon monoksida CO, oksida sulfur, oksigen nitrogen, hidrokarbon dan partikel lainnya. Produsen karbon monoksida sekitar 80 persennya berasal dari kendaraan bermotor. Pengaruh CO terhadap kesehatan adalah merusak hemoglobin darah. Akibatnya suplai oksigen pada jaringan sel tubuh bisa berkurang secara drastis. Selain kandungan kimia CO, asap kendaraan itu juga mengandung nitrogen oksida dan hidrokarbon. Kedua zat ini sangat berbahaya bagi manusia. Efek dari kedua zat ini tergantung dari seberapa besar pencemaran udara itu dihirup oleh seseorang. Jika konsentrasi 50 hingga 100 ppm akan menyebabkan peradangan paru-paru akut. Sedangkan jika mencapai konsentrasi 150 hingga 200 ppm menyebabkan gagal pernafasan atau bronkitis fibrosis yang berakibat kematian. cuacapanas bmkg polusiudara gagalpernafasan Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Info Terkini Terpopuler Tulisan Terpilih
Jakarta - Indonesia adalah negara tropis yang akrab dengan udara panas dan lembap. Meski terasa hangat di tubuh, namun jika terlalu sering terpapar panas, Anda patut waspada."Jika tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang meningkat tajam pada tahun ini, maka bisa membuat sebagian dari kita merasa sakit," ujar asisten profesor emergency medicine di Mayo Clinic Dr David Claypool, MD, seperti dikutip udara yang meningkat atau terasa panas memang kadang tidak menyebabkan penyakit yang biasa muncul seperti infeksi bakteri atau virus. Tapi kondisi ini tetap bisa mempengaruhi cara tubuh bekerja, misalnya pada otak dan kulit. Jika Anda terkena panas esktrem maka senyawa kimia di tubuh akan terganggu keseimbangannya dan bisa membuat orang mudah marah. Kepala Psikiatri di Windsor Regional Hospital Len Cortese, menuturkan kondisi ini membuat otak kesulitan untuk bekerja normal yang tentu mempengaruhi suasana hati panas juga membuat kulit menjadi ruam karena terlalu banyak berkeringat. Selain itu saluran yang ada di kulit juga bisa diblokir akibat adanya keringat yang menumpuk menyebabkan iritasi dan kemerahan serta mengurangi kemampuan kulit dalam yang terkena kondisi panas ini bisa Anda hindari dan redakan dengan pendingin udara yang bekerja maksimal. Anda bisa mengandalkan AC Polytron Neuva Fastest Cooling memastikan Neuva Ice mampu mencapai suhu 18 ° C dalam waktu 7 menit, hal ini tentunya didukung oleh teknologi High Efficiency Cooling Engine dimana proses pendinginan ekstrem dengan kemampuan 40 persen lebih cepat dari AC biasaSeperti kita ketahui bahwa kesehatan dan kesegaran udara merupakan hal mutlak dari sebuah AC. Oleh karena itu Fitur Neuva Ice dilengkapi Built-in Air Purifier yang dibentuk dari kombinasi High Density Dust Filter dapat menyaring debu lebih dari 90%, serta Carbon Filter yang dipercaya mampu menghilangkan bau tidak sedap. HEPA Filter yang mampu menyaring debu serta mencegah penyebaran bakteri didukung juga dengan Negative Ion Generator yang mampu mengikat debu dan membunuh Soft Start juga dihadirkan sebagai fitur unggulan Neuva Ice, dimana teknologi ini menjamin AC akan tetap beroperasi dengan baik walaupun sisa daya listrik di rumah hanya 450 yang bisa ditarik yaitu idealnya suatu AC yang hemat energi juga harus memiliki kemampuan pendinginan yang tunggu apa lagi! Segera ganti AC Anda dengan AC paling cepat dingin Polytron Neuva Ice. adv/adv
Jakarta - Saat musim panas dengan suhu udara yang tinggi seperti ini biasanya daya tahan tubuh akan mudah drop. Kelembaban yang tinggi akibat cuaca panas berakibat pada kesulitan tubuh mendinginkan badan yang panas membuat tubuh bisa mengalami reaksi kelelahan yang ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala bahkan mengalami itu sangat penting untuk melindungi tubuh dari panas yang ekstrem karena panas ekstrem bisa membahayakan tubuh hingga menyebabkan normal tubuh manusia berkisar antara 36,5 sampai 37 derajat celcius, namun hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa suhu terpanas yang bisa ditoleransi oleh tubuh. Karena setiap manusia berbeda, kelembaban tubuhnya juga berbeda serta perbedaan jenis dari temperatur. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat udara terlalu panas seperti dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention yang dikutip FoxNews, Kamis 9/6/20111. Minum lebih banyak cairan meskipun tubuh tidak merasa jika ada masalah kesehatan seperti penyakit tertentu sehingga dokter membatasi asupan cairan Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter berapa banyak cairan yang aman Hindari minuman yang sangat dingin saat udara terlalu panas karena dapat menyebabkan kram perut jika suhu tubuh sedang Jangan minum minuman yang beralkohol atau mengandung banyak gula karena minuman alkohol dan manis bisa membuat Anda kehilangan cairan tubuh lebih Batasi kegiatan di luar, dan pilih melakukan aktivitas di luar ruangan pada pagi atau sore hari. Banyaklah berlindung di tempat Jika harus pergi ke luar ruangan kenakan tabir surya, topi yang lebar, payung dan kacamata untuk meredam siraman matahari yang Jangan meninggalkan bayi, anak-anak atau binatang peliharaan dalam mobil walaupun untuk waktu yang singkat karena panas dapat membunuh dengan Usahakan untuk menggunakan baju yang tipis dengan warna cerah sehingga tidak membuat tubuh makin Jika tubuh Anda berkeringat terlalu berlebihan, maka tubuh perlu mengganti zat garam dan mineral yang keluar akibat keringat. Caranya bisa dengan minum minuman yang mengandung Penggunaan AC saat udara terlalu panas juga sangat membantu mendinginkan suhu yang paling rentan mengalami kematian akibat peningkatan suhu panas yang terlalu ekstrem adalah orang yang berusia lanjut, tidak memiliki akses ke pendingin udara, orang yang obesitas dan orang yang mengonsumsi obat-obatan awal dari tubuh terhadap panas yang berlebihan adalah mengalami ruam panas dan juga kram otot. Jika tidak segera ditangani maka akan timbul gejala yang lebih berat akibat otot tidak mendapatkan cairan elektrolit yang cukup. Salah satunya adalah kulit berubah menjadi merah dan kering. Bagian tubuh yang akan terkena dampak peningkatan suhu ekstrem ini adalah sistem saraf pusat dan juga sistem peredaran yang terlalu panas akan mengalami gejala seperti dilansir Livestrong yaituBerkeringat beratKram ototSakit kepalaDetak jantung cepatPingsanKram perut. ir/ver
udara yang terkena panas akan