BahayaListrik adalah sumber bahaya yang berasal dari energi listrik. Energi listrik dapat mengakibatkan berbagai bahaya seperti kebakaran,sengatan listrik, dan hubungan singkat. Lingkungan di sekitar tempat kerja banyak ditemukan bahaya listrik, baik dari jaringan listrik, maupun peralatan kerja atau yang menggunakan energi listrik. 3. Setelahselesai mengikuti pelatihan dan lulus ujian, peserta akan mengetahui tugas dan kewajiban dalam melaksanakan persyaratan, sistem dan proses K3 di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Materi. I. Kelompok Dasar. Kebijakan dan Program Pengawasan Ketenagakerjaan; Pengawasan dan Pembinaan Norma K3 Listrik; II. 2 3. 4. ». Demikianlah beberapa ulasan artikel tentang standar suhu dan kelembaban ruangan laboratorium yang dapat Anda jadikan referensi untuk mengetahui lebih jauh mengenai standar suhu dan kelembaban ruangan laboratorium. Topik K3 lainnya yang bisa Anda pelajari adalah contoh komunikasi vertikal, contoh buku laporan harian satpam, prosedur SERTIFIKATLAIK OPERASI (SLO) INSTALASI TENAGA LISTRIK. Berdasarkan Undang-Undang nomor 30 tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan, pasal 44 ayat 4 dijelaskan bahwa “Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO)”. Bahkan didalam Undang-Undang Ketenagalistrikan terserbut dijelaskan juga ketentuan Pencegahanbahaya listrik, Sistem manajemen K3 (SMK3) Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan konsepkonsep dasar jaringan komputer menurut standar internasiona (OSI) dan TCP/IP serta dapat membangun jaringa sederhana Menerapkan praktik penggunaan IT yang baik sesuai UU ITE pada lingkungan kerja profesional dan kehidupan sehari-hari. p41fu. 0% found this document useful 0 votes92 views39 pagesDescriptionKeselamatan KerjaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes92 views39 pagesRevisi Persyaratan K3 - Komisioning Instalasi Tenaga ListrikJump to Page You are on page 1of 39 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 16 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 20 to 36 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Ukuran Kabel Listrik Rumah Standar adalah ukuran yang direkomendasikan untuk dasar pemilihan kabel listrik yang digunakan pada instalasi listrik di rumah tangga. Standar kabel listrik ini biasa digunakan untuk instalasi listrik dari PLN Perusahaan Listrik Negara. PLN adalah perusahaan milik pemerintah yang menyediakan pasokan listrik resmi bagi seluruh wilayah negara Indonesia. Produsen kabel yang banyak digunakan di Indonesia adalah Sucaco PT Supreme Cable Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini mengambil referensi dari web para produsen kabel tersebut. Sangat penting untuk memilih dan menggunakan ukuran kabel listrik rumah yang sesuai dengan standar yang biasa digunakan PLN. Kabel standar memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat mencegah dari terjadinya berbagai masalah yang berkaitan dengan kelistrikan. Di pasaran, terdapat banyak sekali warna serta ukuran kabel listrik yang dapat kita temukan. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan untuk memilih, ukuran mana yang paling tepat untuk instalasi listrik di rumah. Kode Ukuran Kabel Listrik Rumah Standar PLN Berikut adalah beberapa kode atau rumus untuk menentukan kabel listrik terbaik yang bisa digunakan di rumah. Kode terseut biasanya tertulis pada kemasan pembungkus kabel listrik, yaitu 1 x 1,5 mm 1 x 2,5 mm 2 x 1,5 mm 2 x 2,5 mm 3 x 2,5 mm Cara membaca atau mengartikan kode Angka sebelum simbol “x” menunjukkan jumlah kabel yang ada di dalam pembungkus kabel, misalnya angka “1” biasanya terdapat pada jenis kabel NGA, sedangkan untuk angka “2” dan “3” terdapat pada jenis kabel NYM, NYA, atau NYY Untuk angka di belakang atau setelah simbol “x” merupakan luas penampang kabel, misalnya angka 2,5 mm memiliki arti bahwa di dalam pembungkus kabel tersebut terdapat kabel dengan luas penampang masing-masing 2,5 mm. ETERNA KABEL NYM PER METER – GROSIR – SNI LMK ORIGINAL ORI – 2X1,5 – 2 X 1,5 MM – METERAN dengan harga Dapatkan dibeli via link berikut Pemilihan Ukuran Kabel Listrik Rumah Standar PLN Ada berbagai faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih ukuran kabel listrik rumah standar PLN, yaitu Ukuran Daya Listrik PLN menyediakan beberapa kapasitas listrik yang berbeda untuk digunakan di rumah tangga ataupun keperluan komersil. Pada umumnya, ada 4 jenis daya listrik yang banyak digunakan di berbagai rumah tangga di Indonesia yaitu Daya ListrikArus Listrik450 VA2 Ampere900 VA4 Ampere1300 VA6 Ampere2200 VA10 Amperetabel daya listrik standar rumah di indonesia Standar tegangan listrik untuk konsumsi rumah tangga dari PLN adalah sebesar 220 Volt AC atau 220Vac. Dalam ilmu kelistrikan, arus listrik merupakan perhitungan daya listrik yang dibagi dengan tegangan listrik. Sebagai contoh Jika daya listrik 450 VA 450 volt ampere dan tegangan listrik 220 Volt, maka arus listrik didapat dari pembagian 450 dibagi 220 menghasilkan angka 2, jadi arus listrik yang diperoleh untuk daya listrik 450VA adalah 2 ampere. Oleh karena itu, semakin besar ukuran kabel instalasi listrik maka akan semakin besar arus listrik ampere yang dimilikinya. Rumus perhitungan tersebut berlaku juga untuk tegangan listrik lainnya seperti 380 V. Menentukan ukuran Kabel Listrik Rumah Standar Pemilihan standar ukuran Kabel ditentukan oleh berapa besarnya daya listik rumah yang akan menggunakannya. Berdasarkan daya listrik yang umum digunakan di indonesia yakni pada rentang 450 VA 2 Ampere hingga 2200 VA 10 Ampere. Maka ukuran kabel 1,5 mm2 17 Ampere masih mampu untuk digunakan, namun jika ingin lebih aman bisa dipilih ukuran diatasnya yakni 2,5 mm2. Semakin besar ukuran kabel, maka harga jual kabel tersebut juga semakin mahal. Beberapa faktor yang umumnya menjadi pertimbangan dalam memilih ukuran kabel instalasi listrik rumah adalah seperti Periksa daya listrik rumah 450 VA – 2200 VA Pilih besar kabel yang akan digunakan 1,5 mm2 – 2,5 mm2 Siapkan budget sesuai besar kabel yang dipilih Sesuaikan ketersediaan kabel Kategori Kabel Listrik Rumah Standar Ada beberapa tipe atau jenis kabel yang tersedia untuk dipilih dan digunakan saat melakukan instalasi kelistrikan di rumah. Pada umumnya, jenis kabel yang tersedia dan banyak digunakan di rumah wilayah Indonesia adalah NYA, NYM, NYAF. Penamaan kabel-kabel tersebut memiliki arti berdasarkan susunan hurufnya, yakni Huruf pertama merupakan jenis material penghantar listrik yang digunakan Kedua adalah isolator bahan non penghantar yang digunakan Ketiga menunjukkan selubung atau keterangan tambahan Jadi, arti dari ketiga jenis kabel tersebut adalah sebagai berikut. Kabel Listrik Rumah Standar tipe NYA Berdasarkan namanya, kabel ini memiliki arti yaitu N kabel jenis standar dengan penghantar tembaga Y menggunakan isolator PVC A dilengkapi dengan kawat berisolasi Kabel NYA adalah salah suatu kabel yang berisi inti kabel tunggal yang sering digunakan untuk instalasi rumah. Pada umumnya, menggunakan ukuran diameter atau luas penampang sebesar 1,5 mm atau 2,5 mm. Isolator PVC yang digunakan biasanya memiliki warna-warna sebagai pembeda untuk ketiga inti kabel didalamnya yakni fasa, netral dan arde. Warna yang biasa digunakan adalah merah, kuning, hitam, biru dan kuning strip hijau. Lapisan isolator kabel ini hanya terdiri dari satu lapis, oleh karena itu dalam pemasangan atau instalasi harus menggunakan pelindung seperti pipa PVC, pipa union, atau pipa fleksibel. Kabel NYA merupakan kabel udara yang berarti untuk instalasi tiang listrik yang ada di udara atau tidak untuk ditanam di dalam tanah. Dari segi harga, umumnya kabel PVC dibanderol harga yang relatif murah. Pemasangan kabel NYA biasanya dilakukan dengan memenuhi beberapa ketentuan berikut Dilindungi dengan pipa instalasi untuk pemasangan tetap dalam jangkauan tangan. Dipasang di dalam pipa PVC untuk pemasangan di ruang lembab. Tidak boleh langsung menempel pada plesteran kayu atau ditanam langsung dalam plesteran atau kayu, akan tetapi harus dilindungi dengan pipa instalasi. Jika dipasang diluar jangkauan tangan, boleh dipasang terbuka dengan menggunakan isolator jepit atau rol isolator. Cara pemasangannya harus ada jarak minimum 1 cm terhadap dinding dan terhadap bagian lain dari bangunan atau kontruksi Boleh digunakan didalam alat listrik dan PHB. Tidak boleh digunakan di ruangan basah, dialam terbuka, ditempat kerja atau gudang Kabel Listrik Rumah Standar tipe NYM Berdasarkan namanya, kabel ini memiliki arti yaitu N jenis kabel standar yang menggunakan penghantar berbahan tembaga Y mempunyai isolator dari bahan PVC M menggunakan selubung dari bahan PVC Kabel NYM adalah salah satu jenis kabel yang mempunyai inti lebih dari satu didalamnya. Didalam kabel NYM ini terdapat beberapa kabel NYA yang dibungkus menjadi satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung karet. Kabel ini biasa digunakan untuk instalasi listrik dalam gedung atau rumah. Terdapat beberapa inti didalam kabel NYM ini, yakni ada yang berjumlah 2, 3 atau 4 inti dengan warna yang berbeda. Masing -masing inti kabel NYM tersebut dilapisi dengan isolator. Dari kekuatan, Kabel NYM relatif lebih kuat dibanding tipe NYA karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Untuk segi harga, kabel NYM dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kabel NYA. Cara membaca tulisan pada kabel NYM Misalnya kabel NYM bertuliskan 2 x 1,5 mm2, artinya bahwa terdapat 2 buah kabel tembaga atau kawat dan masing-masing kabel tersebut memiliki diameter 1,5 milimeter. Pemasangan kabel NYM biasanya dilakukan dengan memenuhi beberapa ketentuan berikut Boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditanam langsung dalam plesteran, termasuk diruang lembab atau basah, ditempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan. Boleh dipasang langsung pada bagian bangunan, kontruksi, rangka, dan sebagainya, asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar Boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditanam langsung dalam plesteran, termasuk di ruang lembab atau basah, ditempat kerjaatau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan Boleh dipasang langsung pada bagian bangunan, kontruksi, dan rangka asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya Tidak boleh dipasang didalam tanah Kabel Listrik Rumah Standar tipe NYAF Berdasarkan namanya, kabel ini memiliki arti yaitu Mempunyai inti kabel dari bahan tembaga yang berserabut Mempunyai lapisan isolasi dari bahan PVC Harus digunakan dengan pipa karena isolasinya bersifat tunggal Kabel NYAF adalah salah satu jenis kabel listrik yang intinya terbuat dari bahan tembaga dan berjenis serabut. Kabel ini dilapisi dengan isolasi PVC dan sangat fleksibel sehingga cocok digunakan untuk jalur instalasi yang berkelok-kelok. Penggunaan kabel ini harus dilindungi dengan pipa karena isolasi yang digunakan adalah isolasi tunggal, oleh karena itu kabel ini tidak cocok digunakan pada area lembab atau basah. Demikian artikel dari mengenai Ukuran Kabel Listrik Rumah Standar PLN. Mohon saran dari pembaca untuk kelengkapan isi artikel ini, silahkan saran tersebut dapat disampaikan melalui kolom komentar. Baca artikel lain Memahami Pengertian Standar Standar Teknik Tenaga listrik Standar IEC Sumber referensi Keselamatan kerja listrik adalah keselamatan kerja yang bertalian dengan alat, bahan, proses, tempat lingkungan dan cara-cara melakukan pekerjaan. Tujuan dari keselamatan kerja listrik adalah untuk melindungi tenaga kerja atau orang dalam melaksanakan tugas-tugas atau adanya tegangan listrik disekitarnya, baik dalam bentuk instalasi maupun jaringan. Pada dasarnya keselamatan kerja listrik adalah tugas dan kewajiban dari, oleh dan untuk setiap orang yang menyediakan, melayani dan menggunakan daya listrik. Undang undang no. 1 tahun 1970 adalah undang undang keselamatan kerja, yang di dalamnya telah diatur pasal-pasal tentang keselamatan kerja untuk pekerja-pekerja listrik. Penyebab utama kematian atau kecelakaan serius yang berhubungan dengan pekerjaan listrik adalah sebagai berikut Menggunakan peralatan-peralatan tanpa maintenance yang baik Kerja terlalu dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi Penggalian kabel bawah tanah bertegangan Praktek yang tidak aman saat menggunakan supply utama Menggunakan peralatan-peralatan yang tidak standar Baca Juga Tipe Kecelakaan Listrik Akibat yang diderita ketika seseorang terkena kontak listrik yaitu Electric shock Electrical burns Loss of muscle control Electric Shock Tegangan listrik dengan 50 Volt dalam suatu kesempatan, memblok sinyal ke otak dan otot yang dapat menyebabkan Jantung berhenti Sulit bernafas Kejang otot Kejang otot dapat menyebabkan cedera fisik, dan kontraksi pada otot Anda. Static Electricity Tersengat listrik static dapat terjadi sebagai contoh ketika anda akan masuk ke dalam mobil, dan tegangannya bisa mencapai volts. Namun demikian arusnya hanya mengalir dalam hitungan detik sehingga tidak terlalu menimbulkan gangguan kepada orang yang terkontak. Di lokasi kerja dimana ada potensi kebakaran dan ledakan, maka tindakan pencegahan harus dilakukan sehingga electric static ini tidak menjadi pemicu. Pelatihan K3 sebagai bentuk pengetahuan pemakain alat alat kerja. Prosedur keselamatan saat bekerja dengan peralatan listrik Cek peralatan Anda apakah sesuai dan memenuhi standar Gunakan equipment bertegangan rendah sedapat mungkin Jika menggunakan 230 volt, gunakan peralatan ELCB Cek peralatan Anda apakah masih valid sticker Portable Appliance Test PAT-nya. Cek power point, three pin plug dalam keadaan bagus Cek kabel-kabel dilantai jangan sampai menyebabkan tripping hazard. Klik di sini untuk melihat Materi lengkap. Prosedur keselamatan saat bekerja dengan Electrical Equipment, Mesin-mesin dan Instalasinya Perencanaan yang matang pemilihan peralatan-peralatan yang tepat sebelum mulai kerja Dikerjakan oleh orang yang kompeten Gunakan equipment yang standar dan sesuai Demikian tips-tips keselamatan kerja listrik yang dirangkum oleh Media K3 dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. sumber Sumber bahaya listrik secara teknis dibagi menjadi beberapa poin. Bahaya Listrik yang terjadi pada manusia ini memang disebabkan oleh beberapa kasus. Untuk itu, sebelum kita memahami lebih dalam tentang bahayanya kita harus memulai apa penyebab dari bahaya listrik yang Bahaya Listrik Pembebanan lebih, pasokan listrik yang diterima dengan yang dipakai tidak sinkron begitu juga dengan tegangannya. Sambungan tidak sempurna, sambungan listrik tidak sesuai dengan prosedur teknis yang benar sehingga arus listrik ada yang keluar dari tidak sesuai standar, perlengkapan listrik harus berstandar nasional atau internasional, SNI atau SIPembatasan arus tidak sesuai, arus yang masuk tidak dibatasi dengan baik oleh perangkat listrik yang tidak sesuai standarKebocoran isolasi, listrik harus diisolasi dengan baik, contoh sederhananya adalah dengan bungkusan kabel pada tembaga. Apabila ada kerusakan isolasi maka arus listrik bisa keluar dan membahayakan Kondisi basah, kondisi basah sehingga air masuk ke instalasi listrik akan membahayakan karena kita tahu bahwa air bisa menghantarkan arus listrik Saluran listrik tegangan tinggi, saluran tegangan tinggi berpotensi besar terhadap gaya listrik karena menyimpan energi yang besarBahaya listrik terhadap manusia berdasarkan hantarannya dibedakan menjadi dua yaitu bahaya langsung atau bahaya primer dan bahaya tidak langsung atau bahaya sekunder. Bahaya Primer atau langsung merupakan bahaya yang disebabkan oleh listrik secara langsung. Dalam kasus ini misalnya ketika kita memegang kabel yang terkelupas, memegang stop kontak dan lainnya. Bahaya dari sengatan listrik primer ini bisa mengakibatkan tersengat bahkan berujung fatal atau kematian. Sementara akibat lainnya bisa berupa kebakaran dan juga sekunder atau biaya tidak langsung merupakan bahaya yang diakibatkan oleh listrik secara tidak langsung, dalam hal ini listrik membutuhkan perantara benda lain dalam menghantarkan arusnya. Meskipun begitu, bukan berarti bahaya yang ditimbulkan jauh lebih ringan. Contoh kasusnya adalah ketika kita memegang bagian mesin yang terbuat dari logam dan langsung mengarah pada sumber arus listrik maka bisa saja kita tersengat listrik pada manusiaTersengat listrik, pada kasus paling rendah tubuh akan tersengat listrik dengan sensasi seperti tertarik, panas dan kejang-kejang. Gagal kerja jantung atau ventricular fibrillation yang merupakan keadaan dimana denyut jantung berhenti. Denyut jantung juga bisa melemah sehingga organ ini tidak bisa mensirkulasikan darah dengan pernafasan, ini diakibatkan karena kontraksi yang hebat atau suffocation yang dialami oleh paru-paru. Rusaknya sel tubuh, ini diakibatkan karena energi dari listrik masuk dan mengalir di dalam tubuh serta merusak sel di ini jelas pasalnya listrik mengeluarkan energi panas yang cukup besarKematian, apabila tubuh sudah tidak bisa menerima energi listrik yang besar maka kita bisa kehilangan nyawa yang sebelumnya diawali dengan kerusakan organ lain seperti kebakaran, peledakan dan juga penentu tingkat bahaya listrik Besar arus listrik, ketika mengalir melalui tubuh manusia maka akan ditentukan oleh besarnya nilai tegangan listrik pada suatu rangkaian dan tahanan pada tubuh manusia. Lintasan arus listrik, beberapa contoh lintasan listrik pada tubuh manusia yang berbahaya ketika dialiri arus listrik misalnya jantung, saraf otak dan lainnya. Lama waktu sengatan listrik, semakin kita lama tersengat listrik maka kerusakan yang ditimbulkan akan semakin penentu tingkat bahaya listrik juga dipengaruhi oleh pendekatan fisika yaitu tegangan V dalam satuan Volt listrik, Arus atau I dan satuan ampere, serta hambatan atau restitusi R dalam satuan terjadinya sengatan listrik Listrik memiliki dua cara dalam menyengat tubuh kitaSentuhan langsung, ini diakibatkan dari anggota tubuh yang bersentuhan langsung dengan bagian yang bertegangan. Apabila arus berhasil membentuk suatu jaringan listrik tertutup maka tubuh menjadi tempat listrik tidak langsung ini diakibatkan dari tegangan yang terhubung dengan tubuh atau selingkuh alat yang bahannya dari logam. Padahal logam tersebut bukan merupakan bagian yang bertegangan. Ketika tersebut, bahan tersebut ikut mengalir arus listrik sehingga kita pun bisa Pengaman ListrikSesuai dengan hierarki pengendalian, pengaman listrik sendiri disesuaikan dengan tingkat kebutuhannya. Apabila bahaya listrik bisa dieliminasi maka sebaiknya dieliminasi. Caranya adalah dengan memindahkan mesin atau alat yang memiliki bahaya listrik ke ruangan atau tempat yang aman. Apabila bahaya listrik bisa kita substitusi maka sebaiknya kita melakukannya. Misalnya dengan mengganti kabel yang terkelupas dengan kabel yang baru begitu juga dengan mesin yang mengalami masalah pada instalasi listriknya sebaiknya kita ganti dengan yang tindakan substitusi tidak bisa kita lakukan maka kita bisa melakukan rekayasa engineering sepertiIsolasi Sistem pengamanan diantaranya dibagi menjadi dua yaitu pengamanan terhadap sentuhan langsung yaitu dengan menyekat pengaman dan memastikan bahwa isolasi tetap berfungsi dengan baik. Pastikan juga sudah memasang kabel sesuai dengan peraturan dan standar yang dengan menggunakan interlocking, perangkat ini biasanya dipasang pada pintu ruangan yang di dalamnya ada peralatan yang berbahaya apabila pintu dibuka maka aliran listrik ke peralatan akan terputus. Untuk pengaman sentuhan tidak langsung bisa berupa pertanahan atau grounding, pemasangan alat proteksi otomatis, Untuk langkah selanjutnya adalah dengan APD berupa helm anti listrik, sepatu karet, sarung tanganSumberPrianto, Eko. 2016. K3 Listrik. Solo Adimeka Keselamatan Kerja Listrik, K3 Dalam Instalasi Listrik K3 Listrik Keamanan dan Keselamatan Kerja K3 dalam segala bidang begitu pentingnya, khususnya juga dalam pemasangan instalasi listrik. Sebab, biasanya kegiatan ini rawan terhadap terjadinya kecelakaan. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Bebrapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik diantaranya Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akanmenimbulkan bahaya kejut. Jaringan dengan hantaran telanjang Peralatan listrik yang rusak Kebocoran lsitrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam, apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka Penggantian kawat sekring yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak stop kontak dengan kontak tusuk lebih dari satu bertumpuk. Contoh langkah -langkah K3 yang berhubungan dengan peralatan listrik, tempat kerja, dan cara-cara melakukan pekerjaan pemasangan instalasi lisrik dapat diikuti pentunjuk berikut 1. Menurut PUIL ayat 920 B6, beberapa ketentuan peralatan listrik diantaranya a Peralatan yang rusak harus segera diganti dan diperbaiki. Untuk peralatan rumah tangga seperti sakelar, fiting, kotak -kontak, setrika listrik, pompa listrik yang dapat mengakibatkan kecelakaan listrik. b Tidak diperbolehkan Mengganti pengaman arus lebih dengan kapasitas yang lebih besar Mengganti kawat pengaman lebur dengan kawat yang kapasitasnya lebih besar Memasang kawat tambahan pada pengaman lebur untuk menambah daya c Bagian yang berteganagan harus ditutup dan tidak boleh disentuh seperti terminal-terminal sambungan kabel, dan lain -lain d Peralatan listrik yang rangkaiannya terbuat dari logam harus ditanahkan 2. Menurut PUIL ayat 920 A1, tentang keselamatan kerja berkaitan dengan tempat kerja, diantaranya a Ruangan yang didalamnya terdapat peralatan lsitrik terbuka, harus diberi tanda peringatan “ AWAS BERBAHAYA” b Berhati-hatilah bekerja dibawah jaringan listrik c Perlu digunakan perelatan pelindung bila bekerja di daerah yang rawan bahaya listrik 3. Pelaksanaan pekerjaaan instalasi listrik yang mendukung pada keselamatan kerja K3, antara lain Pekerja instalasi listrik harus memiliki pengetahuan yang telah ditetapkan oleh PLN AKLI Pekerja harus dilengkapi dengan peralatan pelindung seperti Baju pengaman lengan panjang, tidak mengandung logam, kuat dan tahan terahadap gesekan, Sepatu, Helm, Sarung tangan. Peralatan komponen listrik dan cara pemasangan instalasinya harsus sesuai dengan PUIL. Bekerja dengan menggunakan peralatan yang baik Tidak memasang tusuk kontak secara bertumpuk Tidak boleh melepas tusuk kontak dengan cara menarik kabelnya, tetapi dengan cara memegang dan menarik tusuk kontak tersebut.

standar jaringan listrik yang baik sesuai k3